Jika mendengar nama Syekh Hasan Bashry, yang terbayang dalam benak kita adalah seorang Ulama besar yang alim, yang ketinggian ilmunya sudah di akui banyak orang. Dasar-dasar pemikirannya dipakai oleh kalangan alim ulama sesudahnya.
Memang Hasan Bashry adalah seorang tokoh Ulama besar, sebagai Guru Besar Islam. Ia mendirikan Pesantren (Perguruan) di Basrah, Setelah meninggalnya Nabi Muhammad Saw dan sesudah masa sahabat Nabi Saw.
Beliau dilahirkandi Kota Madinah, pada tahun 21 H atau bertepatan dengan tahun 632 M. Dari seorang ummul Mu’minin yang bernama : Khoiroh Maulat dan dari seorang Amirul Mu’minin yang bernama Yassar. Sedangkan nama lengkap dari Hasan adalah : Abu Said Al-Hasan Ibnu Abi Al-Yassar Al Bashry. Dari nama yang begitu panjang itulah maka beliau dikenal dengan julukan Al Hasan Bashry.
Hasan Al Bashrymurid terdekat Hudzaifah beliau dibesarkan dan diasuh oleh Ali bin Abi Thalib kwh. Hasan Bashry pernah menyusu pada Istri Rasulullah Saw yang bernama : Salmah Rah.
Melihat demikian besar nama Hasan Bashry,
tak terbesit sedikit pun bahwa pada mudanya Hasan Bashry sempat juga
bertingkah laku sebagaimana pemuda-pemuda lain. Yakni suka menggoda
gadis-gadis cantik yang kebetulan dilihatnya.
Mengenai perilaku Hasan Bashry pada waktu mudanya, sempat dikisahkan oleh Syaihul Imam Abin Nashar As-Samarkandi. Katanya : Syekh Hasan Bashry pada masa mudanya berwajah tampan rupawan.
Beliau selalu mengenakan pakaian yang bagus dan sering berjalan-jalan
keluar masuk kampung dikota Bashrah. Beliau nampak senang berkeliling di
kota itu.
Suatu ketika,pada waktu Hasan Bashry muda berjalan-jalan ia melihat seorang gadis cantik yang bertubuh sintal dan menggairahkan, yang nampaknya berjalan seorang diri. Hatinya terpikat, maka Hasan mencoba membuntuti perjalanannya. Ketika gadis itu menoleh ke belakang, ia berkata : “ Hai Pemuda, apakah engkau tidak merasa malu ?”. Hasan menjawab : “ Malu pada Siapa ?” kata gadis itu : “Tentunya malu kepada Dzatyang Maha mengetahui setiap kemaksiatan mata dan Maha mengetahui setiap bisikanhati !”.
Rupanya pemuda Hasan Bashry benar-benar jatuh hati kepada gadis itu. Mata dan hatinya gelap oleh mabuk cinta karena kecantikan gadis pujaannya, hingga iapun tidak mampu lagi mengendalikan gejolak asmara. Ia` sama sekali tidak menggubir ucapan gadis itu dan terus saja membuntuti langkah-langkahnya. Maka gadis itu berkata : “hai Pemuda, mengapa engkau masih saja membuntuti langkahku ?” Jawab Hasan : “Sungguh aku terpesona melihat lirikan matamu !”.
Gadis : “Baiklah! Tunggu disini, dan nanti kau akan mendapatkan apa yang kau kehendaki !”.
Maka berbunga-bungalah hati pemuda Hasan Bashry. Disangkanya gadis itu menyambut cintanya. Hasan pun duduk dengan sabar menunggu apa yang dijanjikan sang gadis. Setelah beberapa saat Hasan menunggu, datanglah pelayan gadis tersebut dengan membawa sebuah nampan yang tertutup kain lalu diserahkan kepadanya. Beliau segera menerima nampan itu dan betapa terkejut, karena begitu dibuka ternyata berisi dua buahbola mata.
Si
pelayan berkata : “Tuan putri hanya berpesan, bahwa beliau tidak
menginginkan matanya menyebabkan yang lain berbuat maksiat !”
Bagai disambar petir mendengar ucapan pelayan itu, maka gemetarlah tubuh pemuda Hasan Bashry dan berdirilah bulu kuduknya. Beliau mengelus jenggot sambil mengumpat dirisendiri : “Celaka kau ! jenggotmu telah begitu lebat, namun sedikit pun kau tak memiliki rasa malu !, Cobalah bercermin pada gadis itu !”
Dengan penuh penyesalan yang mendalam, pemuda Hasan Bashry pulang sambil menangis. Semalaman ia tak bisa tidur hanya meratapi kekhilafannya sambil terus menerus mengucurkan air mata. Maka pada pagi harinya ia bergegas datang ke rumah gadis tersebut untuk memohon maaf dan mohon kehalalan kesalahannya.
Setibanya didepan rumah gadis tersebut, ia berdiri tertegun. Pintu rumah tertutup rapat,sementara dari dalam terdengar jerit tangis para wanita. Ketika beragam tandatanya tengah menyeruak dari dalam hatinya, saat itu pula dia mendengar informasi bahwa gadis tersebut telah meninggal dunia. Maka beliau segera bergegas pulang.
Dadanya makin sempit dan air matanya pun tak bisa dibendung lagi. Tiga hari lagi malam Hasan Bashry mengurung diri di rumahnya sambil terus menerus meratapi kesalahannya.
Pada malam yang ketiga, pemuda Hasan Bashry bermimpi melihat gadis itu berbahagia di dalam surga. Maka beliaupun mohon kepadanya seraya berkata : “ wahai nona, kumohon dengan sangat, halalkanlah segala kesalahanku !”. Si gadis : “Wahai Hasan, kekhilafanmu telah kuhalalkan, berkat perbuatanmu, justru aku mendapatkan kenikmatan yang besar dari sisi Allah !” Hasan berkata : "Kalau begitu, kumohon bersedialah kau memberikan nasihat yang akan bermanfaat bagi diriku!”. Si gadis: “Berdzikirlah kepada Allah sekalipun engkau sedang menyendiri !. Bertaubat dan beristighfarlah setiap pagi dan petang!”
Akhirnya
pemuda Hasan Bashry melaksanakan nasihat gadis itu, sehingga beliau
menjadi seorang Ulama kenamaan berkat kezuhudan dan ketaatannya kepada
Allah. Beliau tumbuh dewasa menjadi seorang waliyullah yang memperoleh
ketinggian derajat disisi-Nya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !